Panduan dan Cara Budidaya Cabe Rawit

Panduan dan Cara Budidaya Cabe Rawit – Bagi yang suka pedas, mungkin tanaman ini sangatlah bermanfaat. Tetapi kalau harus beli setiap hari karena untuk memenuhi keinginan makan pedas tiap hari, mungkin akan menguras kantong, apalagi ketiga harga cabai lagi naik. Nah, untuk itu kali ini saya akan menuliskan panduan dan cara budidaya cabe rawit.

Panduan dan Cara Budidaya Cabe Rawit
Panduan dan Cara Budidaya Cabe Rawit

Cabe rawit atau cabai kecil (Capsicum frutescent ) termasuk dalam family Solanaceae merupakan tanamanhortikultura tahunan (dapathidup sampai 2-3 tahun apabila dipelihara dengan baik dan kebutuhan haranya tercukupi), yang mudah dibudidayakan di berbagai tempat baik pada musim hujan maupun musim kemarau, dan lebih tahan terhadap penyakit disbanding cabai lainnya.

Persyaratan Tumbuh

Cabai rawit dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi, namun lebih cocok ditanam pada ketinggian tempat tumbuh 0-500 m dpl (diatas permukaan laut), pada ketinggian 500 m dpl produksinya tidak jauh berbeda namun waktu panennya lebih panjang. Tanaman ini menghendaki tanah gembur, kaya akan bahan organicdan ph netral (6-7)

Pembibitan

1). Persemaian

  • Persemaian dibuat dalam bedengan/ rak yang diberi plastic transparan
  • Buat campuran media semai 2 ember tanah +1 ember pupuk kandang dan 150 gr SP36 (atau 80 gr NPK) dihaluskan, lalu tambah karbofuran 75gr, lalu ayak. Dari 90%nya bisa dijadikan 300-400 polybag.
  • Benih ditanam dalam polybag atau plastic semai ukuran 4×6 cm, dibuat lubang semai 0,5 cm dan ditutup tanah halus atau abu.
  • Bibit dapat dipindah ke lapang setelah kurang lebiah antara 17-21 hari

2). Cara menanam di media tanam (bahan polybag berisikan tanah, tidak perlu sampai penuh tanahnya cukup ¾ polybag )

  • Gunakan benda yang runcing, jangan menggunakan jari tangan untuk melubangi
  • Masukkan benih yang sudah diperam agar benih lebih kuat dan cepat muncul tunas
  • Supaya tunas lebih mudah muncul maka tutup benih dengan debu atau abu
  • Siramilah pagi dan sore agar kelembaban tanah terjaga
  • Seleksi bibit yang seukuran dan sehat agar maksimal hasilnya dilapangan.

Persiapan Lahan

Lahan HARUS disiapkan 40 hari sebelum masa tanam !

  1. Ukur keasaman (pH) dan beri kapur sesuai dosis ( 4-5 Ton/Ha)
  2. Bajak dengan traktor/ cangkul, kedalamannya 30-40cm,serta gulma dibersihkan.
  3. Taburkan pupuk kandang 20-30 Ton/Ha.
  4. Buat bedengan dengan lebar 110-120 cm, tinggi 30-40cm,dan jarak antar bedeng 60-70cm.
  5. Psnjsng bedeng disesuaikan dengan panjang lahan
  6. Beri pupuk dasarUrea/ ZA500, SP-36 300, KCL200,lalu tabur per meter kurang lebih 100 gr diaduk rata.

Penanaman

Cara menanam bibit pada Bedengan :

  1. Tanampada pagi dan sore hari
  2. Sehari sebelumnya, lahan diairi bersamaan dengan pembuatan lubang tanam pada mulsa (plastic)
  3. Lepaskan polybag tanpa merusak akar, lalu tanam, dan siram secukupnya
  4. Segera tutupdengan tanah bila akar terlihat
  5. Jangan ada rongga antara tanah dengan plastic mulsa.

Pemeliharaan

  • Sanitasi

Jaga selalu kebersihan lahan, tanaman, air, perkakas,dll. Untuk menghindari munculnya penyakit

  • Pengamatan

Lakukan pengamatan secara rutin dan berkala terhadap kondisitanaman agar tahu betul akan masalah yang timbul dan tindakan yang akan dilakukan

  • Evaluasi

Jangan lupa untuk evaluasi dna belajar dari pengalaman agar semakin mahir dan sigap di masa depan

  • Aksi

Ambil tindakan sesuai dengan permasalahannya dengan tepat supaya tidak ada pemborosan tenaga, waktu, dan biaya karena kesalahan aksi

Pemanenan

Inilah cirri-ciri cabai yang siap dipanen :

Merah 100%

Cabai  dipanen pada saat buah berwarna merah penuh 100% untuk dijual ke industry pengolahan cabai

Merah 80 %

Cabai dipanen pada saat buah berwarna merah 80% untuk dijual di pasar. (Baca : Segmentasi Pasar)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn