Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang

Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang – Seperti diketahui bahwa beberapa pecinta bunga Anggrek kerap mengeluhkan bahwa menanam bunga Anggrek dengan memakai pot kadang – kadang menghasilkan pertumbuhan bunga Anggrek yang kurang bagus sehingga pertumbuhan bunga menjadi mudah layu. Kondisi ini terjadi karena mereka kurang memahami tentang bagaimana cara menanam bunga anggrek dengan cara yang benar.

Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang
Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang

Nah pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana cara menanam bunga Anggrek dengan cara – cara yang baik dan benar menurut ilmu agroteknologi sehingga tumbuh tanaman dan bunga menjadi lebih awet terutama cara budidaya tanaman Anggrek dengan memakai media arang.

1. Menyiapkan bibit

Disarankan sebaiknya memilih bibit kompot dengan kriteria sebagai berikut :

Ketahui dengan jelas dari mana asal – usul bibit yang dipilih. Bibit kompot haruslah dalam kondisi sehat, bebas dari hama dan penyakit serta tidak terpapar sinar matahari secara berlebihan. Disarankan untuk membeli bibit pada tempat – tempat terpercaya.

Bibit yang sehat ditunjukkan dengan kondisi warna daun yang berwarna hijau muda / tua yang cerah, daun berukuran lebar, tebal berair, dan panjang, juga perhatikan kondisi akar tanaman, dan sebaiknya pilih tanaman yang berakar tidak keluar dari dalam pot untuk menghindari terjadinya kebusukan pada akar.

2. Menyiapkan alat dan bahan

Seperti pot genteng, pecahan – pecahan batu bata dan media arang kayu, rumah – rumah jaring sebagai lokasi budidaya tanaman bunga Anggrek, pupuk ‘Growmore’ dengan kandungan ‘Nitrogen’ dalam jumlah yang cukup tinggi, ‘insektisida’ dan ‘fungisida’ serta bibit Anggrek berkualitas.

3. Mulai melakukan penanaman atau ‘aklimatisasi’

Persiapkan semua alat dan bahan – bahan pendukung lainnya, aklimatisasi atau pindah tanam ini merupakan sebuah proses pemindahan bibit bunga Anggrek ke wadah – wadah pot yang berukuran lebih besar supaya pertumbuhan tanaman Anggrek menjadi lebih maksimal.

Tahapan aklimatisasi tersebut di atas dapat dilakukan dengan beberapa cara adalah sebagai berikut : pertama – tama siapkan media tanam dengan cara mengisikan pecahan – pecahan batu bata yang sudah steril atau terlebih dahulu direbus.

Selanjutnya isikan 1/3 pada bagian dasar dari pot yang akan digunakan, pecahan batu bata ini memiliki fungsi sebagai pemberat agar nantinya pot – pot bersangkutan tidak mudah rebah ketika tanaman akan tumbuh membesar di masa depan. Ketiga adalah rebus terlebih dahulu arang kayu agar media ini menjadi lebih steril. Kemudian masukkan 2/3 ke bagian pot yang masih kosong dengan arang kayu.

Apabila ukuran arang kayu agak besar maka disarankan anda memecah menjadi bagian yang relatif lebih kecil. Setelah itu biarkan media tanam untuk selanjutnya anda bisa menyiapkan bibit tanaman Anggrek pilihan.

Keluarkan bibit secara perlahan – lahan dari dalam ‘kompot’ dan hindari jangan sampai merusak bagian perakaran. Rendam seluruh bibit Anggrek dengan mengaplikasikan larutan Fungisida ukuran 2 g/1 selama 20 menit.

Keringkan dengan cara diangin – anginkan bibit Anggrek barulah selanjutnya dilakukan penanaman. Disarankan penanaman dilakukan pada waktu sore hari saja agar persentase kehidupan tanaman nantinya menjadi lebih tinggi.

Tanamkan bibit ke dalam pot – pot yang sudah tersedia sebelumnya dan pastikan akar tertanam sempurna ke dalam media dengan posisi tanaman tegak lurus.

Selanjutnya masukkan bibit yang sudah diaklimatisasi ke dalam rumah jaring yang sebelumnya sudah tersedia. Susun dengan rapi lalu biarkan selama 5 hari (jangan menyiram tanaman dengan air secara berlebihan selama masa ini).

4. Penyiraman

Penyiraman pertama dilakukan ketika tanaman bunga Anggrek berumur 5 hari setelah masa tanam. Frekuensi penyiraman wajib dilakukan dengan rutin setiap pagi dan sore hari seperti merawat tanaman bunga yang lainnya.

Gunakan ‘handsprayer’ agar memudahkan penyemprotan pada bagian daun tanaman. Apabila sedang musim penghujan maka disarankan untuk mengurangi frekuensi penyiraman sehingga tanaman tidak mudah mengalami kebusukan. Jika musim sedang musim panas maka frekuensi penyiraman wajib ditingkatkan.

5. Pemupukan

Pada tahapan pemupukan dilakukan dengan cara penyemprotan dengan mengaplikasikan pupuk cair. Pemupukan pertama dilakukan dengan cara menyemprotkan pupuk bersangkutan yang dicampur dengan kandungan Zat Nitrogen dalam dosis tinggi untuk selanjutnya dilarutkan ke dalam air dengan takaran pas barulah disemprotkan sebagaimana anda sedang menyiram rerumputan.

Penyemprotan dilakukan secara langsung ke bagian daun tanaman sehingga disarankan untuk memakai pupuk daun saja. Jika selesai melakukan penyemprotan maka langkah selanjutnya adalah tidak perlu lagi disiram dengan menggunakan air.

Baca Juga :

6. Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang cukup sering menyerang tanaman Anggrek jenisnya bervariasi tetapi yang paling sering dan mudah menyerang adalah penyakit busuk akar atau busuk daun.

Penyakit ini menyerang ketika sedang musim hujan disebabkan karena kondisi cuaca yang lembab sehingga kandungan air di sekitar menjadi cukup tinggi.

Lakukan pengendalian secara ‘preventive’ yaitu penyemprotan ‘Fungisida’ dan ‘Bakterisida’ guna melenyapkan dan mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

7. Tanaman bunga Anggrek siap berbunga

Tanaman bunga Anggrek sejak ditanam hingga memasuki masa – masa berbunga membutuhkan waktu sekitar setahun seperti halnya terhadap tanaman bunga Mawar potong.

Pada tahap awal tanaman akan menghasilkan bunga yang relatif sedikit. Khusus untuk bunga jenis ‘Anggrek Dendrobium’ biasanya berbunga awet dibandingkan dengan Anggrek Bulan atau ‘Phalaenopsis’. Setelah bunga mekar dengan sempurna maka memasuki musim berikutnya, bunga – bunga tersebut akan berguguran.

Melalui perawatan yang intensif terhadap kebun bunga Anggrek anda ini akan mampu bertahan hingga 5 tahun dan masih cukup produktif dalam menghasilkan bunga.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang cara budidaya tanaman Anggrek dengan media arang, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang berminat terhadap pembudidayaan tanaman Anggrek dalam skala besar. Terimakasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn