Cara Budidaya tanaman Kelapa Sawit

Cara Budidaya Kelapa SawitDi bawah ini akan kami jelaskan tentang cara pembudidayaan tanaman Kelapa Sawit sebagai berikut.

Cara Budidaya tanaman Kelapa Sawit
Cara Budidaya tanaman Kelapa Sawit

Tahapan Syarat Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit

  • Iklim

Yang terbaik untuk pertumbuhan sempurna dari tanaman Kelapa Swait adalah mendapatkan sinar matahari rata – rata 5 s/d 7 jam per hari dengan kondisi curah hujan tahunan sekitar 1500 s/d 4000 mm. Selanjutnya perhatikan kondisi temperatur sekitar 24 s/d 28 derajat celcius dengan ketinggian tempat yang ideal adalah antara 1 s/d 5000 mdpl dengan kecepatan angin per jam sekitar 5 s/d 6 km untuk membantu proses penyerbukan.

  • Media Tanam

Kondisi tanah yang cocok untuk pertumbuhan Kelapa Sawit adalah tanah yang mengandung lempung beraerasi baik dan subur. Memiliki cukup drainase, permukaan untuk air tanah cukup dalam serta solum yang cukup dalam sekitar 80 cm dengan pH tanah kisaran 4 s/d 6 dan kondisi tanah tidak mengandung batu. Untuk kondisi di dataran pantai dan muara sungai bisa dijadikan perkebunan Kelapa Sawit yang bagus.

Tahapan Persiapan Lahan

Disarankan lahan tanam dibuat 2 s/d 3 bulan sebelum melakukan penanaman. Perhatikan ukuran lubang tanam ditentukan oleh umur bibit yang akan ditanam terutama untuk pertumbuhan akarnya dan kondisi tekstur tanah kebun yang dipilih untuk ditanami. Beberapa ukuran lubang yang umum diaplikasikan adalah 45 x 45 x 40 cm atau 60 x 60 x 50 cm dan 60 x 60 x 60 cm yang mana waktu pembuatan lubang sangat tergantung pada kondisi di sekitar area yang dipilih.

Baca juga : Hubungan Antara Sintesis Protein dengan Ekspresi Gen

Apabila kondisi tanah gembur maka pembuatan lubang tanam hendaknya memilih saat musim sedang musim hujan, hindari melakukannya pada tempat yang menagndung tanah liat karena lubang akan terisi air sehingga akan mengganggu waktu penanaman.

Tahapan Pembibitan

Bibit yang akan ditanam masing – masing memiliki usia tersendiri di lapangan yang berbeda – beda bila berbeda kondisi penanaman. Hal ini disebabkan karena iklim setempat, yang mana bila pemindahan bibit dilakukan pada umur yang kurang tepat maka akan menyebabkan kematian.

Bibit dengan umur rata – rata 12 s/d 14 bulan adalah bibit terbagus untuk dipindahkan. Bibit yang berusia kurang dari 6 bulan kurang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Begitu pula sebaliknya jika melebihi maka akan dapat menambah biaya dan waktu tanam juga akan menjadi lebih lama.

Bibit di tempat pembibitan tetap kurang sama meskipun umurnya sama, jadi dalam hal ini tinggi bibit dianjurkan berkisar antara 70 s/d 180 cm yang sebelumnya perlu dipilah barulah dipindahkan. Untuk jenis bibit yang tingginya kurang dari ukuran yang dianjurkan maka akan berpengaruh terhadap tingkat produksi sedangkan bila bibit memiliki tinggi lebih dari 180 cm maka akan berpengaruh terhadap produksi menjadi tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang berasal dari bibit yang dianjurkan.

Tahapan Waktu Penanaman

Pemenuhan persediaan air dalam jumlah yang mencukupi sangat menentukan jangka waktu tanam sehingga penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan adalah yang terbaik.

Penanaman yang dilakukan ketika musim kemarau akan menyebabkan kematian karena membutuhkan air yang lebih banyak sehingga dapat menambah biaya menjadi lebih tinggi.

Minimal 10 hari setelah penanaman diharapkan aka nada turun hujan secara berturut – turut dimana di Indonesia saat terbagus untuk melakukan penanaman adalah pada waktu bulan Oktober atau November.

Tahapan Jarak Antar Tanaman

Susunan penanaman tanaman Kelapa Sawit haruslah memperhatikan jarak tanam akan menentukan kerapatan tanaman yang mana merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi tingkat produksi tanaman Kelapa Sawit.

Jarak tanam optimal Kelapa Sawit rata – rata adalah sekitar 9 meter untuk tanah datar dan 8,7 m untuk tanah bergelombang. Susunan yang dimaksudkan bisa berbentuk bujur sangkar, jajaran genjang, atau segitiga sama sisi.

Tahapan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

  • Fase Penyulaman

Musim terbaik untuk melakukan penyulaman adalah ketika musim sedang turun hujan dimana bibit yang digunakan disarankan seumur dengan tanaman yang akan disulam yaitu antar 12 s/d 14 bulan sehingga bibit cadangan mampu mengikuti perkembangan bibit yang ada di lapangan untuk selanjutnya akan dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar dan dipelihara sebagaimana mestinya. Cara melakukan penyulaman sama dengan melakukan penanaman bibit.

  • Fase Penyiangan

Adalah pemberantasan gulma atau disebut juga dengan tanaman liar. Gulma yang tumbuh di sekitar bibit atau tanaman Kelapa Sawit wajib dihilangkan karena merugikan tanaman pokok bahkan bisa menurunkan produksinya. Fase ini bisa dilakukan antara 5 s/d 6 kali dalam setahun pertama.

  • Fase Pemangkasan

Pemangkasan atau penunasan adalah pembuangan daun yang sudah mulai menua terhadap tanaman Kelapa Sawit. Pada tanaman yang masih mudah dilarang melakukan pemangkasan kecuali untuk maksud – maksud tertentu yaitu mengurangi penguapan oleh daun ketika tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke area perkebunan. Barulah memasuki fase pemupukan.

  • Fase Pembuangan Bunga 

Fase ini merupakan rangkaian proses pembuangan bunga pada tanaman Kelapa Sawit baik itu bunga jantan maupun bunga betina sebelum area yang dimaksudkan dipolinasi. Pembuangan bunga / kastrasi bertujuan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif serta untuk menghilangkan sumber infeksi hama penyakit.

7. Tahapan Panen

Masa panen dari Kelapa Sawit mulai berbuah adalah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan yang berarti pemanenan dilakukan apabila tanaman sudah berumur sekitar 31 bulan, sedikitnya 60 persen buah sudah matang dan siap panen dimana dalam 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri – ciri tandan matang siap panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang mulai berjatuhan / lepas dari tandan yang beratnya sekitar 10 kg atau ada 10 buah yang lepas dari tandan dengan berat rata – rata 10 kg / lebih.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang cara budidaya tanaman Kelapa Sawit, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca juga : Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Buah Naga

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!