Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Cara Budidaya Tanaman Sorgum – Kenalkah kamu dengan tanaman sorgum? Sebagian masyarakat Indonesia mungkin mengenal dan tahu bentuk dari tanaman ini, namun tidak sedikit pula orang yang tidak mengenal jenis tanaman ini, bahkan cenderung asing terdengar ditelinga.

Hal ini terbukti bahwa di Indonesia sorgum masih jarang dimanfaatkan atau diolah menjadi makanan. Padahal, sorgum juga mengandung karbohidrat yang dapat dikatakan sama baiknya dengan karbohidrat yang terkandung dalam beras.

Sorgum sendiri adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai pengganti dari makanan pokok, dapat pula dijadikan tepung untuk membuat roti, kue, atau untuk bahan baku industri; serta bisa juga dijadikan pakan ternak. Karena bernilai ekonomis tinggi, di Indonesia kini sorgum sudah mulai untuk di budidayakan.

Tanaman sorgum dapat tumbuh baik pada daerah dataran tinggi maupun dataran rendah dengan curah hujan sedang dan juga suhu udara sekitar 22°C-32°C.

Jenis tanah yang baik untuk menanam sorgum adalah tanah berlempung, tanah lempung berpasir, tanah branjangan, tanah lebu dan tentunya tanah yang banyak mengandung bahan organik dan memiliki drainase yang baik dengan pH sekitar 5,5 sampai dengan 7.

Lahan yang akan digunakan untuk menanam atau budidaya sorgum ini harus terlebih dahulu digemburkan dengan cara di bajak atau dicangkul sedalam 25 cm dan dihaluskan kembali. Setelah itu lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sekitar 7-10 ton per hektar lahan secara merata.

Kemudian buat bedengan dengan ukuran sekitar 30 cm untuk lebarnya, 25 cm untuk tingginya dan untuk panjang bedengan dapat menyesuaikan lahan tanam. Jarak antar bedengan dibuat sekitar 25 cm. Benih sorgum diperoleh dari biji sorgum yang sudah masak atau matang dan telah dijemur beberapa hari. Setelah itu benih disimpan di tempat terbuka selama sekitar satu minggu.

Pada bedengan yang telah dibuat, buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5cm dan beri jarak antar lubang sekitar 20-25 cm. Sebelum penanaman dilakukan, benih dicampur terebih dahulu dengan insektisida karbosulfan dengan dosis sekitar 30g/40 kg biji agar biji sorgum tidak dimakan oleh semut dan burung.

Selanjutnya dilakukanlah penanaman, dalam setiap lubang tanam diisi dengan 2 biji benih lalu ditutup kembali dengan tanah atau bokashi, kemudian lakukan penyiraman namun bila jenis tanah basah tidak perlu dilakukan penyiraman. Setelah proses penanaman selesai sisanya tinggal melakukan perawatan tanaman sorgum dengan cara:

  1. Penyulaman dan Penjarangan .Agar tidak terlalu rapat maka perlu dilakukan penjarangan. Apabila terdapat bibit yang mati atau tidak tumbuh secara optimal maka dapat dilakukan penyulaman dengan menggantinya dengan bibit yang baru.
  1. Pengairan
    Pengairan biasanya dilakukan setelah pemberian pupuk. Pengairan tersebut dilakukan dengan cara menggenangi parit hingga penuh, jika pengairan sudah rata maka buang air tersebut hingga bersih. Setelah pemupukan ketiga, pengairan dilakukan 15 hari sekali.
  1. Penyiangan
    Penyiangan terhadap gulma ini dilakukan 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 10 hst dan 25 hst atau juga bisa dilakukan tergantung pada pertumbuhan gulma. Penyiangan ini dapat dilakukan dengan cara manual menggunakan tangan atau juga dapat menggunakan cangkul atau sabit.
  2. Pembubunan
    Lakukan pembubunan atau perapihan bedengan dengan menumpuk tanah pada akar yang terlihat akibat penyiraman ataupun air hujan. Hal ini dilakukan sebanyak 2-3 kali.
  3. Pemupukan
    Pemupukan tanaman sorgum dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman berumur 7 hst, 21 hst dan 35-40 hst.
  • saat tanaman sorgum berumur 7 hst beri pupuk Urea 105 kg/ha, Phonska 105 kg/ha dan TSP 50 kg/ha
  • saat tanaman sorgum berumur 21 hst beri pupuk Urea 150 kg/ha, Phonska 105 kg/ha dan Kalium 80 kg/ha
  • saat tanaman sorgum berumur 35-40 hst beri pupuk ZA 150 kg/ha dan Phonska 105 kg/ha

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn