Cara Ternak Ikan Lele Bioflok

Cara Ternak Ikan Lele Bioflok – Menurut Ilmu Peternakan Cara ternak ‘Lele Bioflok’ adalah merupakan suatu sistem pemeliharaan Ikan Lele yang bertujuan untuk menumbuhkan suatu ‘mikroorganisme’ dengan dilengkapi fungsi untuk mengelola limbah budidaya sehingga menjadi gumpalan – gumpalan kecil / ‘floc’ yang dimanfaatkan secara langsung sebagai makanan alami mereka.

Cara Ternak Ikan Lele Bioflok
Cara Ternak Ikan Lele Bioflok

Pertumbuhan mikroorganisme bersangkutan dipacu dengan cara memberikan ‘probiotik’ atau ‘kultur bakteri non pathogen’ dan juga dilakukan pemasangan terhadap ‘aerator’ untuk menyuplai oksigen sekaligus untuk mengaduk – aduk air di dalam kolam.

Tahap Pembuatan Kolam

Pembuatan kolam adalah langkah awal dalam beternak Ikan Lele Bioflok dimana yang perlu anda siapkan adalah besi, kayu, terpal plastik, pipa paralon untuk air yang dapt berfungsi ‘in – out’ dan juga pipa dan selang untuk mengalirkan udara.

Untuk bagian cincin di bawah kolam maka siapkan campuran semen, pasir dan batu – bata. Ini merupakan media untuk nantinya akan menjadi kolam terpal yang bisa disiapkan dengan menekan modal.

Anda dapat merangkai bahan – bahan tersebut di atas hingga membentuk sebuah kolam yang dilengkapi dengan aerator.

Siapkan juga atap berupa kerangka bambu atau mungkin penutup lainnya guna menghindari air hujan dan panas sinar matahari agar kondisi kolam dengan air yang berkualitas di dalamnya dapat dengan mudah terkontrol.

Dalam kolam berukuran 1 meter anda dapat menebar bibit Lele Bioflok sebanyak 1.000 ekor apabila dibandingkan dengan kondisi kolam biasa maka hanya akan mampu menampung 100 bibit Ikan Lele. Inilah yang menjadi kelebihan dari cara membudidayakan Ikan Lele Bioflok.

Langkah Dalam Pengisian Air Dan Pembuatan ‘Flok’ Pada Budidaya Lele

Setelah kolam selesai disiapkan maka lakukan pengisian air. Hal ini dilakukan saat semua kebutuhan akan media dalam kolam Lele Bioflok telah terpenuhi.

Apabila anda akan memulai mengisi dengan air bersih maka isilah misalnya dengan kedalaman sekitar 20 s/d 40 Cm guna memudahkan bibit – bibit Lele bergerak. Apabila air terlalu dalam maka akan menyebabkan bibit Lele mudah terserang penyakit stress bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan kematian karena kurang kuat dalam menahan tekanan air.

Apabila melakukan pengisian air yang kurang banyak maka akan memungkinkan terjadinya pembentukan flok menjadi lebih cepat.

Selanjutnya tambahkan probiotik yang merupakan salah satu bentuk dari bibit bakteri sebagai pengurai zat organik yang akan menjadi flok protein dengan takaran kira – kira sebesar 8 s/d 10 ml / meter3.

Jangan lupa untuk memberikan tambahan berupa ‘molase’, tetes tebu, gula pasir, gula batu, dan gula aren ke dalam kolam dengan takaran masing – masing sebesar 50 s/d 100 ml / meter3.

Molase berfungsi sebagai salah satu bahan yang ampuh buat merangsang tumbuh dan berkembangnya bakteri – bakteri pengurai sehingga bisa berkembang secara efektif. Lakukan pengadukan selama 24 jam secara terus – menerus dengan bantuan alat bernama aerator.

Proses ini berlangsung selama beberapa hari sehingga air benar – benar menjadi matang dan tercampur merata dan mulai menghasilkan flok protein di dalamnya.

Tanda – tanda bahwa air yang bersangkutan tersebut di atas sudah matang adalah air akan terlihat dalam 3 warna yaitu warna kuning hijau kecoklatan, hijau bening, dan kuning bening. Jadi dalam hal ini terlihat berwarna samar – samar namun lebih dominan warna kecoklatan.

Sekilas pandang air akan terlihat keruh namun jika diambil ‘sampel’ dalam gelas bening atau gelas kaca akan terlihat jernih apabila didiamkan sejenak. Selanjutnya anda akan melihat endapan berwarna hijau kekuningan dan tidak terlalu pekat jika tangan dicelupkan ke dalamnya.

Apabila kolam diaduk – aduk maka akan keluar zat bernama ‘kabluk’ yaitu berupa sekumpulan debu yang melayang – layang di air.

Selanjutnya dibuatkan saluran untuk pengelolaan air, apabila air sudah surut maka anda harus menambahkan air karena kondisi ini terjadi karena air sebelumnya mengalami perembesan pada kolam.

Seiring dengan Ikan Lele di dalam kolam mengalami bobot bertambah besar maka anda harus menambahkan pakan dan probiotik dalam jangka waktu 5 hari sekali dengan masing – masing konsentrasi yang diberikan antara 5 s/d 10 ml / meter 3 sehingga kestabilan bakteri di dalamnya tetap terjaga.

Langkah Penebaran Bibit Lele Bioflok

Penebaran bibit Lele Bioflok dapat dilakukan setelah air sudah matang disertai kemunculan flok yang terlihat jelas di atasnya. Selanjutnya anda wajib melakukan pengecekan terhadap pH air.

Apabila pH air dalam kondisi netral maka barulah anda menebar bibit Lele dimana waktu penebaran yang pas dapat dilakukan pada malam hari atau pagi hari. Misalnya jam 5 pagi karena pada saat ini air terasa sejuk.

Bibit Ikan Lele yang bagus untuk ditebar adalah rata – rata mempunyai ukuran sekitar 7 Cm untuk selanjutnya kondisi Ikan Lele tetap dijaga ukurannya seperti apabila perkembangan selanjutnya Ikan Lele berukuran lebih besar dari 7 Cm maka kondisi ini sebagai tanda bahwa ikan – ikan tersebut lebih tahan terhadap kondisi lingkungan sekitar budidaya. Sehingga padat tebar / meter bisa disesuaikan terhadap benih yang akan anda tebar.

Langkah Pengelolaan Makanan Terhadap Budidaya Ternak Lele Bioflok

Cara ternak Lele Bioflok yang terakhir adalah dalam mengelola makanan atau dikenal dengan istilah pakan ‘Lele Biofol’. Terlebih dahulu anda harus mengetahui tentang kebutuhan maksimal terhadap makanan Ikan Lele. Hal ini bisa dilihat saat tiba waktu untuk pemberian pakan sehingga jarang terlihat ada ikan yang datang untuk merespon.

Jika pakan diberikan dalam porsi 100 persen dari kebutuhan secara optimal maka tingkat efisiensi yang tersisa adalah sebesar 70 persen.

Begitu pula sebaliknya, jika pakan yang akan diberikan sebesar 70 persen maka tingkat efisiensi rata – rata sebesar 100 persen. Kekurangan dari 70 persen tersebut bisa diperoleh dari Lele Bioflok yang berkembang di dalam kolam dan merupakan salah satu keuntungan dari sistem Bioflok karena dapat menekan porsi pakan yang sebenarnya.

Dibandingkan dengan mengaplikasikan kolam biasa maka Lele Bioflok sudah terbiasa atau membiasakan diri untuk memakan Bioflok lainnya yang ada di dalam kolam.

Yang perlu diingat adalah anda harus mengatur jadwal secara rutin tentang waktu pemberian makan, misalnya adalah Lele diberikan pakan yang tepat sehari sekali dengan masing – masing ukuran sebesar 7 s/d 10 persen dari bobot Lele yang dimaksudkan.

Langkah selanjutnya adalah tambahkan air bersih dalam seminggu sekali tergantung terhadap seberapa mudah berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan dan berkembang hingga batas – batas ideal sekitar 100 s/d 110 Cm.

Pilih salah satu Ikan Lele guna menentukan pakan ideal yang akan diaplikasikan. Rata – rata kisaran antara 7 s/d 5 dari bobot ikan yang sebenarnya.

Jika dianggap perlu maka anda dapat menambahkan molase, tetes air tebu, gula pasir, atau gula batu dalam seminggu sekali. Dengan rata – rata takaran kisaran 50 s/d 100 ml/meter3.

Langkah ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara C/N rasio agar tetap berada pada angka rata – rata di atas ½, dimana diketahui bahwa moles dapat diganti dengan memakai tepung terigu atau ‘tapioca’ jika di dalamnya sudah terdapat molase dan tetesan air tebu.

Pertahankan kondisi suhu kolam pada angka tetap yaitu 28 derajat C karena suhu inilah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan flok di kolam – kolam budidaya terutama saat musim sedang pancaroba.

Kontrol juga secara rutin setiap perubahan yang terjadi dan apabila dianggap penting segeralah mengambil tindakan seperti terlihat Ikan Lele kurang nafsu makan atau kondisi kolam terlalu pekat maka budidaya Ikan Lele Bioflok yang sedang anda kembangkan niscaya dapat berjalan dengan baik sesuai rencana dimana kemungkinan hanya dalam waktu 2 bulan ikan – ikan tersebut bisa dipanen.

Nah itulah cara sederhana yang dapat kami uraikan melalui artikel ini yaitu tentang cara ternak Ikan Lele Bioflok, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn