JENIS KEJAHATAN INTERNET

JENIS KEJAHATAN INTERNET – Perkembangan zaman yang semakin modern membuat penggunaan internet semakin banyak digunakan untuk mempermudah tugas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan internet serta barang-barang elektronik canggih yang semakin marak digunakan dari hari ke hari sering disalah gunakan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Mendapatkan keuntungan di internet sering dilakukan melalui tindakan kejahatan atau cybercrime.

Cybercrime adalah tindakan kriminalitas dengan teknologi komputer sebagai medianya serta memanfaatkan perkembangan teknologi internet dan mencari celah untuk melakukan tindak kejahatan. Dibawah ini terdapat 10 jenis cybercrime yang berbahaya dalam dunia internet :

  1. Illegal contents

Tindak kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet mengenai sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, serta dianggap melanggar hukum atau bersifat melecehkan seseorang. Misalnya : konten pornografi.

  1. Spamming

Aktivitas pengiriman berita atau iklan yang tidak dikehendaki melalui surat elektronik (e-mail). Spam sering disebut  sebagai bulk email atau junk e-mail.

Banyaknya spam yang masuk ke e-mail biasanya mengenai hadiah, lotere, atau seseorang yang mengaku memiliki rekening disebuah negara, dll. Kasus spamming pernah terjadi di Indonesia pada seorang rektor universitas swasta yang tertipu hingga mengeluarkan satu miliar rupiah karena spamming.

  1. Malware

Malware adalah program komputer yang bertujuan untuk mencari kelemahan dari suatu software. Kelemahan tersebut digunakan untuk merusak atau membobol software atau operating system. Malware perlu diwaspadai karena dapat mengakses data pribadi seseorang tanpa diketahui. Jenis-jenis malware, yaitu : virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Mencegah hal tersebut, di berbagai toko komputer telah menyediakan program anti malware.

  1. Cybersquatting dan typosquatting

Tindakan penipuan dengan memasukkan atau mendaftarkan domain perusahaan orang lain dan akan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Sementara itu, typosquatting adalah tindakan kejahatan dengan sengaja membuat domain plesetan menyerupai nama domain aslinya.

Hal ini bertujuan untuk menyaingi perusahaan yang bersangkutan, dimana target utama mereka adalah perusahaan-perusahaan besar.

  1. Akses tidak sah

Akses tidak sah merupakan tindak kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup ke sistem jaringan komputer tanpa izin dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasuki.

  1. Carding

Tindakan pencurian di internet yang bersifat digital dengan tujuan mencuri nomor kartu kredit serta identitas milik orang lain, kemudian digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Fakta yang mengejutkan mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara di peringkat kedua setelah Ukraina dengan tingkat kejahatan carding terbanyak di dunia.

  1. Data forgery

Tindakan pemalsuan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document dalam internet, biasanya ditujukan pada dokumen e-commerce misalnya melalui situs web database yang dimiliki suatu lembaga / institusi dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang akhirnya menguntungkan pelaku.

  1. Sabotase dan pemerasan

Sabotase dan pemerasan adalah tindak kriminalitas dalam internet dengan membuat gangguan, perusakan terhadap data atau sistem jaringan komputer yang terhubung ke internet.

  1. Phising

Phising merupakan tindakan menipu para pengguna internet (user) agar memberikan informati data diri pemakai (username) serta kata sandinya (password) secara tidak sadar.

Kejahatan phising biasanya ditunjukan kepada para pengguna internet banking yang digunakan untuk berbelanja dengan kartu kredit atau rekening milik pengguna tersebut.

  1. Hacking

Hacker merupakan orang yang memiliki keahlian untuk membuat dan membaca program tertentu serta terobsesi mengamati program keamanan.

Hacker dapat memanfaatkan kemampuannya untuk memberi tahu developer bahwa suatu program aplikasi tidak aman dan harus diperbaiki atau mengambil alih program aplikasi untuk mencuri dan bahkan merusak data privasi seseorang.

Baca Juga : Pengertian E-Learning

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn