Kromatografi Beserta Jenisnya

Kromatografi Beserta Jenisnya – Kimia memiliki banyak sekali zat zat yang terkandung dan jenis jenis nya. Salah satu nya ialah Kromatografi. Pasti, diantara kalian banyak sekali yang asing dengan Kromatografi. Namun, tidak sedikit pula yang sudah pernah mendengar nya namun belum mengerti apa itu Kromatografi yang sebenarnya. Yuk, kita simak saja pembahas kali ini.

Pengertian Kromatografi ialah sebuah teknik pemisahan campuran yang berdasarkan dari perbedaan distribusi di tiap-tiap komponen-komponen campuran yang ada di dalam suatu sampel di antara dua fase, fase tersebut diantaranya adalah fase diam (padat atau cair) dan fase gerak. Pada perbedaan sebuah pola pergerakan tersebut, antara fase gerak dan fase diam yang berfungsi memisahkan sebuah komponen (molekul) tersebut yang biasanya ada di dalam sebuah sampel.

Nah, secara umum, teknik kromatografi biasanta dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu, kromatografi gas dan kromatogarfi cair.

Macam-macam kromatografi

Teknik pemisahan menggunakan metode kromatografi memiliki beberapa macam, diantaranya adalah :

  1. Kromatografi kertas

Kromatografi kertas salah satu nya menggunakan fase diam kertas, maksudnya ia menggunakan kandungan selulosa di dalamnya lalu sedangkan untuk fase gerak ia menggunakan pelarut atau sebuah campuran pelarut yang sesuai untuk digunakan. Kertas sebagai fase diam kemudian akan dicelupkan ke dalam sebuah sampel dan pelarut, hingga  selanjutnya sampel dan pelarut tersebut, berdasarkan pada gaya kapilaritas nya, ia akan terserap dan kemudian bergerak ke atas. Perbandingan sebuah jarak yang relatif antara senyawa (sampel) dengan jarak pada pelarut biasanya dihitung sebagai nilai Rf.

Penggunaan pada kromatografi kertas sendiri dapat berfungsi sebagai pemisah antara tinta, zat pewarna, senyawa tumbuhan (klorofil), make up dan berbagai jenis zat lainnya. Mekanisme kerja pada kromatografi kertas bisa dikatakan cukup sederhana, di laboratorium  biasanya sering dilakukan percobaan menggunaan teknik kromatografi kertas seperti penjelasan diatas.

  1. Kromatografi lapis tipis

Kromatografi lapis tipis biasanya menggunakan sebuah lempengan tipis yang terbalut gel silika atau alumina. Silika atau alumina tersebut berfungsi sebagai fase diam. Pada materi yang lain pun juga bisa digunakan untuk fase diam dengan syarat mampu mengalami pendarflour (fluorescence) di dalam sebuah sinar ultra violet. Sementara itu, pada fase gerak yang biasanya digunakan ialah sebuah pelarut atau campuran pada pelarut.

Teknik dari pemisahan kromatografi lapis tipis bisa diaplikasikan untuk mengetahui jenis apa saja yang terdapat pada campuran asam amino tertentu. Diantara kalian mungkin masih bingung, interaksi apa saja yang terjadi ketika proses kromatografi cair hingga kemudian terjadi pergerakan pada sampel tersebut di dalam pelarut? Ada beberapa interaksi yang biasanya terjadi, yaitu pembentukan ikatan hidrogen, ikatan vander walls dan gaya debye. Atau berupa pembentukan sebuah senyawa yang kompleks.

  1. Kromatografi Gas atau GLC (Gas Liquid Chromatography)

GLC merupakan salah satu jenis kromatografi gas yang digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa organik yang mudah menguap. Kromatografi jenis ini, fase gerak yang biasanya dipakai ialah gas dan pada fase diam menggunakan zat cair.

Kromatografi gas umum nya biasa digunakan sebagai penentu komposisi kimia dari sebuah zat yang tidak diketahui, comtoh nya pada senyawa berbeda yang terdapat dalam bensin. Pada waktu analisa menggunakan GLC lebih cenderung lama karena GLC sendiri, ia lebih menggunakan instrumen yang lebih kompleks agar hasil yang di dapat pun lebih baik.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn