Pengertian Dan Contoh Fermentasi

Pengertian Dan Contoh Fermentasi – Pengertian Fermentasi adalah proses produksi energi pada sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).

Umumnya, proses fermentasi adalah salah satu bentuk dari respirasi anaerobik, namun terdapat definisi yang lebih jelas, yaitu fermentasi merupakan respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum digunakan untuk melangsungkan proses fermentasi untuk menghasilkan etanol, asam laktat, dan hidrogen.

Sementara itu, ragi merupakan bahan umum yang digunakan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur, serta minuman berakohol lainnya.

Menurut Belitz (2009) fermentasi dibagi menjadi dua jenis menurut produk yang dihasilkan, yaitu :

  1. Homofermentatif

Fermentasi yang menghasilkan produk berupa asam laktat. Misalnya, proses pembuatan yoghurt.

  1. Heterofermentatif

Fermentasi yang menghasilkan produk berupa asam laktat dan etanol dalam jumlah yang sama banyak. Misalnya, pembuatan tape.

Sementara itu, berdasarkan proses yang dihasilkan oleh mikroba fermentasi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Menghasilkan sel mikroba

Kegunaan fermentasi yang menghasilkan sel mikroba (biomass) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : digunakan sebagai makanan untuk manusia dan hewan serta digunakan untuk industri roti (produksi yeast).

  1. Menghasilkan enzim mikroba

Enzim yang dihasilkan oleh mikroba memberikan sejumlah keuntungan, seperti : meningkatkan produktivitas secara mudah serta dapat dihasilkan dalam jumlah yang banyak, jika dibandingkan dengan enzim yang dihasilkan oleh hewan atau tanaman.

  1. Menghasilkan dua jenis metabolit mikroba

Metabolit pada mikroba dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : (1) metabolit primer atau metabolit yang dianggap penting, seperti : etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan vitamin serta (2) metabolit sekunder, seperti antibiotik, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain-lain.

Dalam proses fermentasi, reaksinya akan berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan serta produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) merupakan gula paling sederhana yang digunakan untuk menghasilkan etanol (2C2H5OH) melalui proses fermentasi.

Persamaan reaksi kimia fermentasi, yaitu :

Reaksi di atas menjelaskan bahwa gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa) menghasilkan alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP).

Agar lebih memahami mengenai proses fermentasi, dibawah ini terdapat contoh kasus fermentasi pada buah anggur.

Contoh Fermentasi

Anggur dibuat menggunakan cara yang melibatkan fermentasi. Proses tersebut dimulai dengan penghancuran buah anggur, untuk mendapatkan red wine maka kulit buah anggur tidak usah dipisahkan akan tetapi jika ingin menghasilkan white wine maka biji serta kulit anggur harus dipisahkan.

Selanjutnya, silahkan tambahkan ragi untuk memulai proses fermentasi. Proses fermentasi dapat dilakukan dalam jangka waktu 10 hari hingga 1 bulan. Setelah itu, pisahkan ragi, tannis, serta protein dan pindahkan wine ke dalam wadah yang lain, sehingga wine terlihat jernih.

Terakhir, wine yang sudah jadi dapat dimasukkan ke dalam botol atau didiamkan saja dalam wadah tersebut agar mendapatkan hasil wine yang lebih manis.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn