Pengertian E-Learning : Karakteristik E-Learning

Pengertian E-Learning : Karakteristik E-Learning – raleighdowntowner.co – Sejak keberadaan sekelompok manusia pada zaman primitif dahulu, merupakan permulaan sebuah sistem pendidikan dapat dimulai dimana hingga sekarang ini bahkan kemungkinan besar selama masih ada kesempatan terbuka untuk memulai sebuah kehidupan manusia yang baru di dunia pendidikan maka akan tetap saja sebuah pendidikan dimulai dari keberadaan manusia di zaman primitif hingga masa kini.

Pengertian E-Learning : Karakteristik E-Learning
Pengertian E-Learning : Karakteristik E-Learning

Pendidikan dapat saja dimulai sebelum bayi terlahir ke dunia ini, contohnya adalah seperti telah dilakukan oleh banyak orang dengan mengaplikasikannya terhadap bagaimana mempelajari dan cara memainkan alat – alat musik atau membaca sebuah cerita kepada bayi anda sebelum kelahiran mereka.

Untuk sekelompok orang, terbiasa belajar dari pengalaman kehidupan mereka sehari – hari akan lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan melalui pendidikan formal di lembaga – lembaga pendidikan tertentu. Masing – masing anggota keluarga memiliki peranan pengajaran yang cukup penting dimana seringkali lebih bersifat mendalam dan serius yang dapat dilakukan secara sadar meskipun pengajaran terhadap anggota keluarga bisa berjalan melalui lembaga tidak resmi.

Menurut pendapat dari Horton dan Hunt, sebuah lembaga pendidikan formal erat hubungannya dengan fungsi yang bersifat nyata dimana selanjutnya fungsi ini bertujuan untuk mempersiapkan masing – masing anggota masyarakat guna mampu mencari nafkah sendiri, dan didukung oleh fungsi lainnya adalah sebagai sebuah lembaga formal juga dimana berfungsi sebagai wadah pendidikan terutama di sekolah – sekolah oleh para orang tua telah melimpahkan segala wewenang mereka di dalam keperluan mendidik anak – anak sepenuhnya kepada sekolah.

Nah pembahasan kami kali ini adalah tentang Hakikat Pendidikan adalah merupakan peninjauan yang dilakukan secara menyeluruh dari segenap sisi kehidupan manusia yang menonjolkan konsep  dan komponen pendidikan. Maka dari itu pembahasan ini meliputi pengertian sebagai berikut terkait dengan konsep pendidikan : berhubungan dengan pendidikan dan sekumpulan ilmu – ilmu pengetahuan, pendidikan dan kondisi sekolah, serta pendidikan sebagai salah satu kegiatan  yang dilakukan sepanjang hayat. Komponen penunjang pendidikan adalah : tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, kurikulum dan metode – merode pembelajaran.

Pengertian E-Learning

Pengertian dari Pendidikan E – Learning adalah rangkaian sistem pendidikan yang memanfaatkan seperangkap teknologi informasi di dalam melakukan sebuah proses belajar – mengajar.

Menurut (Michael, 2013 : 27), yang dimaksud dengan E – Learning adalah proses pembelajaran yang disusun sedemikian teratur dengan tujuan untuk mengaplikasikan sebuah sistem elektronik atau ilmu – ilmu komputer sehingga diharapkan mampu untuk mendukung terjadinya sebuah proses pembelajaran yang nyaman dan mudah dipahami.

Karakteristik E-Learning

Menurut pendapat Rosenberg (2001), yang dimaksud dengan Karakteristik E-Learning yang berhubungan dengan sifat – sifat jaringan dalam sebuah proses pendidikan adalah rangkaian proses yang mampu untuk bisa memperbaiki Karakteristik E – Learning tersebut yaitu berupa hal – hal yang bersifat jaringan, dimana diharapkan akan mampu membuat lalu memperbaiki jaringan yang dimaksud secara tepat dan cepat, lalu menyimpan atau sewaktu – waktu memunculkan kembali, mendistribusikan serta melakukan ‘sharing’ pembelajaran terhadap informasi tertentu.

Sedangkan Karakteristik E – Learning menurut Nursalam (2008 : 135) antara lain berpendapat bahwa :

  1. Karakteristik E-Learning berhubungan dengan pengaplikasian bahan – bahan pelajaran yang bersifat mandiri / ‘self learning materials’ untuk selanjutnya disimpan dalam komputer sehingga sewaktu – waktu dapat diakses oleh dosen dan para mahasiswa / wi kapan dan dimana saja mereka merasa nyaman untuk melakukannya.
  2. Karakteristik E – Learning adalah pemanfaatan sebuah jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan proses belajar – mengajar, serta hal – hal lainnya yang berhubungan dengan suatu sistem administrasi pendidikan bisa dilihat pada masing – masing Komputer.
  3. Lebih banyak memanfaatkan jasa – jasa teknologi elektronik.
  4. Lebih mengutamakan terhadap sebuah keunggulan kemajuan terhadap teknologi komputer / digital media serta komputer ‘networks’.

Pendapat – pendapat tersebut di atas menegaskan betapa pentingnya pengaplikasian pendekatan terhadap proses pembelajaran yang tepat guna sehingga dengan mudah tujuan pembelajaran bisa tercapai, contohnya adalah dalam proses pembelajaran dimana siswa / wi dituntut untuk mampu saling bekerjasama dalam sebuah kelompok belajar untuk keperluan mengerjakan soal – soal praktikum atau saling bertukar pikiran dan pendapat tentang materi pelajaran bersangkutan yang akan diberikan kepada siswa / wi bersangkutan.

Pendekatan terhadap proses pembelajaran yang bersifat ‘kooperatif’ seperti yang dimaksudkan di atas adalah agar proses pembelajaran yang berlangsung dapat berjalan lebih optimal, karena di dalamnya melibatkan siswa / wi secara langsung dengan para guru yang menangani masing – masing dari mereka untuk menjadi salah satu bentuk kerjasama yang ideal antara siswa / wi dengan guru bersangkutan.

Pendapat terakhir adalah dari (Nasution, 2004 : 146) yang mengemukakan tentang pelajaran yang dilakukan di sekolah haruslah sesuai dengan kondisi yang terjadi di dalam masyarakat dengan didukung oleh sifat gotong – royong hendaklah menjadi sebuah prinsip nyata di dalam pelaksanaan praktek pembelajaran untuk siswa / wi bersangkutan.

Demikian kami menjelaskan tentang pengertian dan Karakteristik E – Learning, semoga dapat menambah wawasan dan memberi manfaat bagi para pembaca.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn