Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya

Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya – Buat kamu pasti pernah dengar istilah yang dinamakan ‘riiya’ ? nah, tau gak sih kalo ‘riya’ itu berbahaya sekali bagi kita, sebenarnya hanya ada dua jenis ‘riya’ namun banyak sekali  dampak buruk dari perbuatan tersebut, contohnya adalah Allah SWT akan menghapus amalan yang dikerjakan, kemudian pada hari kiamat akan dipermalukan perbedaan, menghilangkan keimanan, menimbulkan kesengsaraan, menimbulkan kesempitan dalam hidup, dan masih banyak lagi.

Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya
Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya

Baru sedikit saja sudah membayangkan yang engga – engga, perbuatan ini harus dihindari dan dijauhi, karena sebenarnya gak ada untungnya.

Pengertian Riya

Tapi kamu tau gak sih pengertian riya ? oke tak kasih tau ya, simak baik – baik deh, biar kamu gak terjerumus ke perbuatan ini. Dalam Bahasa Arab, arriya dimana berasal dari kata kerja raa, yang dapat bermakna memperlihatkan .

Riya’ merupakan perbuatan yang dapat diartikan sebagai cara orang untuk ‘memperlihatkan’ sekaligus memperindah suatu amal ibadah dengan tujuan agar mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbuatan ini adalah kegiatan memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, baik itu barang atau perbuatan baik yang telah dilakukan, dengan maksud untuk memperoleh pujian dari orang lain atas hal yang telah dilakukannya.

Dalam hal ini, seseoran yang melakukan ‘riya’ melakukan amal bukan karena mengharapkan Ridha Allah, melainkan karena mencari pujian dari sesama manusia, akibatnya kebaikan dan ketaatan yang pernah dilakukan selama ini malah tidak bernilai lagi di mata Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya ;

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatannya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan” (Muttafaqun ‘alaihi).

Adapun amalan perbuatan yang diridhai Allah Swt ialah perbuatan yang memang dinitakan kepada Allah semata, dikerjakan dengan ikhlas sesuai dengan kemampuan, tidak pilih kasih, dan merupakan rahmat bagi seluruh alam, sedangkan amalan yang tidak diterima sudah saya jelaskan dibagian sebelumnya.

Allah Swt berfiman yang memiliki arti sebagai berikut :

“Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut – nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ‘riya’ kepada manusia” (Q.S.Al-Baqarah : 264).

riya’ juga disebutkan dalam Q.S.An-Nisa’ 142, yang memiliki arti :

“Sesungguhnya orang – orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, meka bermaksud ‘riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”.

Kemudian, imam Al-Sadiq juga berkata :

“Riya dengansegala bentuknya setara dengan syirik (menduakan tuhan); jika seseorang bekerja untuk orang lain, maka ia akan mendapat imbalan dari orang tersebut, dan jika bekerja demi Tuhan, akan mendapat imbalan dari Tuhan.” (Al-Kulaini, Al-Kafi, jilid 2, hal, 402).

Imam Al – Sadiq juga mengungkapkan bahwa ‘riya’ dan musyrik adalah hal yang berkaitan, yang mana ungkapannya adalah :

“ Jika seseorang melakukan perbuatan baik bukan demu mendapatkan pahala dari Tuhan, tetapi hanya karena ingin dianggap saleh oleh orang lain dan ingin orang lain mengetahui perbuatan baiknya itu (hal itu akan membuatnya menjadi) musyrik, karena ia menduakan Tuhan”.

Adapun jenis Riya dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1). Riya dalam niat

Hati manusia merupakan awal daripada perbuatan yang menyebabkan tidak adanya rasa ikhlas, dalam sebuah hadist yang artinya :

“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata diatas mimbar, ‘Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘ Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan” (H.R. Bukhari Muslim).

2). Riya dalam perbuatan

Tindakan ini berarti pelaksanaan amal dengan tujuan untuk mendapatkan pujian atau takut dianggap remeh oleh orang lain, contohnya yang bisa saya bagikan adalah orang belajar dengan serius karena ingin dipuji oleh orang lain dan dinyatakan sebagai orang yang pintar dan memiliki kemampuan akademis yang baik.

Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya

Setelah kita mengetahui pengertian dan jenis riya, selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah hukumya, apa sih yang akan kita dapatkan ketika kita melakukan tindakan yang tidak disukai oleh Allah Swt ?

  • Menghapus pahala amal baik, sesuai dengan yang dijelaskan pada Q.S.Al-Baqarah ayat 262
  • Melakukan dosa yang besar karena riya merupakan bagian dari perbuatan syirik
  • Terjerumus dalam Bahasa kafir, karena riya berhubungan erat dengan sikap kafir

Karena perbuatan riya termasuk kedalam kategori syirik kecil sehingga dilarang oleh Agama Islam dan hukumnya adalah HARAM, dari Mahmud bin Labid, Rasulullah Saw bersabda yang artinya :

“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para sahabat bertanya apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar ? beliau shalallahu ‘ alaihi wasallam menjawab. “Ar Riya”.

Kemudian kita harus mengetahui apa saja ciri dari Riya, berikut adalah ungkapan dari Imam Al-Sadiq, Amirulmukminim Ali bin Abi Talib berkata :

“Ada tiga ciri – ciri jelas bagi orang riya: ia memperlihatkan kegemburaan dan keceriaan ketika disapa orang, ia menjadi murung dan cemberut ketika sendirian, dan berharap mendapatkan pujian untuk segala yang dilakukannya”.

Nah lengkap sudah mengenai Pengertian Riya : Jenis, Hukum dan Ciri Riya, semoga kita semua dihindarkan dari perbuatan ini sehingga kita tidak mendapatkan kerugian – kerugian yang cukup besar dari sisi agama dan kehidupan social, ohiya semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi atas pengetahuan yang kamu miliki,

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn