Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Teh

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Teh – Yang dimaksud dengan tanaman ini adalah tanaman herbal yang berusia sangat tua di dunia berasal dari sekitar Pegunungan Tibet di wilayah Republik Rakyat Cina / RRC bagian selatan. Perusahaan teh terbesar di dunai pertama kali didirikan di pegunungan sebelah barat RRC bagian selatan ini yang hingga saat ini masih tetap beroperasi dan diperluas hingga ke wilayah Propinsi Szechwan menjadi salah satu daerah teh yang terpenting dan berukuran besar – besar di kawasan Asia Tenggara.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Teh
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Teh

Tanaman teh termasuk ke dalam kelompok tanaman perdu  namun jika dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan pemangkasan maka akan dapat membentuk tajuk yang menyerupai pohon biasa. Untuk dapat mengenal lebih dekat dan jelas tentang tanaman teh  maka sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu mengenai klasifikasi dan morfologinya secara lengkap.

Berikut di bawah ini kami berikan tentang klasifikasi tanaman teh untuk memudahkan pengenalan terhadap jenis tanaman yang satu ini antara lain sebagai berikut :

  • Kingdom : plantae,
  • sub kingdom : viridiplantae,
  • infra kingdom : streptophyta,
  • super divisi : embryophyta,
  • divisi : tracheophyta,
  • sub divisi : spermatophytina,
  • kelas : magnoliopsida,
  • super ordo : asteranae,
  • ordo : ericales,
  • family : theaceae,
  • genus : camellia L
  • dan spesies : camellia sinensis (L) kuntze.

Setelah mengenal lebih dekat tentang klasifikasi tanaman teh tersebut di atas maka langkah selanjutnya adalah mengetahui lalu memahami morfologi dari tanaman teh adalah sebagai berikut :

Berikut di bawah ini adalah morfologi tanaman teh antara lain sebagai berikut :

1/Morfologi pada daun

Daun yang tumbuh adalah daun yang bersifat daun tunggal tumbuh berselang – seling terhadap cabang – cabang yang muncul dari ketiak daun pada bagian bawah tajuk. Helaian – helaian daun akan membentuk lanset dengan terlihat menonjol tulang – yulang daun yang menyirip dan runcing pada bagian ujungnya. Memiliki tepi daun yang lancip bergerigi dan pada daun yang berusia muda warnanya lebih terang serta ukuran daun lebih lebar dibandingkan daun tua yaitu sekitar 3 s/d 25 cm dan pucuk serta ruas menjadi lebih banyak memiliki rambut – rambut alias bulu. Untuk daun tua menyimpan warna hijau kelam dengan bagian permukaan yang terlihat licin dibandingkan dengan daun muda usia.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Rosella

2/Morfologi pada akar

Tanaman bersangkutan mempunyai sistem perakaran yang bersifat perakaran tunggang dengan terdapat cabang yang jumlahnya hanya sedikit saja. Tanaman bersangkutan memiliki perakaran yang tidak begitu dalam namun cukup peka terhadap kondisi fisik tanah di sekitarnya. Akar tanaman memiliki kekuatan besar untuk dapat menembus tanah yang keras sekalipun sehingga akar selanjutnya akan berkembang melalui solume tanah hingga mencapai kedalaman sekitar 23 cm saja.

Akar dilihat dari jarak dekat akan memperlihatkan lapisan yang menyerupai gabus berfungsi untuk mencegah keluar masuknya air sebagai media untuk menyimpan makanan yang sebagian besar adalah karbohidrat akan disimpan dalam akar yang memegang peranan penting untuk pertumbuhan pucuk – pucuk baru setelah dilakukan pemangkasan.

3/Morfologi pada batang

Batang pada tanaman ini tumbuh lurus dan berjumlah banyak namun berukuran kecil – kecil. Apabila tidak dilakukan pemangkasan maka akan terus tumbuh tak beraturan yang pada akhirnya akan membentuk tajuk seperti pohon cemara.

4/Morfologi pada bunga

Yang dimaksudkan bunga dengan tanaman ini adalah termasuk ke dalam bunga yang bersifat bunga tunggal yang muncul / keluar dari ketiak daun pada cabang – cabang yang bersangkutan berdekatan dengan ujung batang. Bunga – bunga ini cenderung memiliki masing – masing kelopak dengan jumlah sekitar 5 s/d 6 helai dengan warna dominan adalah putih bersih serta pada waktu malam hari mengeluarkan aroma harum.

Untuk perkembangan selanjutnya, bunga tanaman ini akan melalui beberapa tahapan – tahapan pertumbuhan yang sebagian besar akan memasuki tahap self steril yaitu biji – biji yang dihasilkan melalui sebuah bunga akan melakukan penyerbukan sendiri seperti biasa dan mulai tumbuh normal. Sedangkan bunga yang sempurna menyimpan putik dengan mahkota antara 5 s/d 7 buah dilengkapi oleh tangkai sari yang berukuran cukup panjang. Pada bagian dalam berisikan benang – benang sari kuning yang dikelilingi oleh sel – sel kembar dan terlihat sangat menonjol berukuran 2 s/d 3 mm kea rah atas.

5/Morfologi pada buah dan biji

Tanaman bersangkutan memiliki buah berwarna hijau terdiri atas sel – sel tiga dinding yang berukuran cukup tebal. Pada awal terbentuknya, buah – buah bersangkutan akan tampil mengkilap namun ketika buah sudah memasuki usia dewasa maka semakin tua warna yang menyelubungi dan bertekstur agak kasar. Sedangkan biji – biji tanaman bersangkutan adalah bersifat berkeping dua yang diberi istilah kotiledon berukuran besar yang apabila dibelah maka akan terlihat embrio akar dan tunas saling berdampingan.

Biji – biji ini memiliki warna coklat yang beruang tiga dengan dibungkus oleh kulit tipis yang nantinya akan membentuk bundaran pada satu sisi dan datar pada sisi yang lainnya.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman teh , semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Labu Siam

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!