Proses Daur Hidup Pada Beberapa Makhluk Hidup

1). Daur Hidup Pada Cendawan

Pada jenis tanaman yang satu ini memiliki dua fase hidup yaitu seksual dan aseksual. Melalui kedua fase bersangkutan, Cendawan mampu melakukan reproduksi baik itu secara vegetatif / pemisahan terhadap berkas ‘hifa’ ataupun dengan membentuk spora yang dinamakan sesuai dengan organ – organ khusus / ‘sporangium’ yang membentuk spora – spora tersebut.

Proses Daur Hidup Pada Beberapa Makhluk Hidup
Proses Daur Hidup Pada Beberapa Makhluk Hidup

Fase seksual dapat ditandai dengan adanya penggabungan antara dua tipe hifa sebelum akhirnya membentuk sporangium. Organ pembawa spora seksual merupakan rangkaian proses ‘askus’ dan ‘basidium’.

Pada fase aseksual akan menghasilkan organ – organ penghasil spora yang memiliki nama berbeda – beda tergantung dari bentuk dan penyebab dari munculnya spora yang dimaksud. Termasuk di dalamnya adalah ‘Konidium’, Klamidium’, dan ‘Piknidium’ merupakan organ – organ penghasil spora aseksual.

Pada masa – masa sebelum ditemukannya analisis dengan mengaplikasikan DNA, daur hidup pada Cendawan akan memicu munculnya beberapa pertanyaan bagi para ahli di bidang ini. Beberapa jenis Cendawan sama – sama menjalani dua fase kehidupan dalam wujud fisik yang berbeda – beda sehingga akan menyebabkan timbulnya ‘dualisme’ penamaan di dalam pengelompokan.

Cendawan saat melalui kehidupan seksual akan berada pada bentuk dan proses ‘teleomorf’ dimana ketika akan menjalani kehidupan aseksual akan berada pada bentuk ‘anamorf’. Masing – masing fase ini mempunyai nama ‘binomial’ sendiri – sendiri. Jika kedua fase yang bersangkutan telah dikenal dan diinginkan untuk memberi nama tunggal maka dikenal dengan istilah ‘holomorf’. Hingga saat ini sistem dualisme ini masih diinginkan untuk tetap dipertahankan karena berperan aktif dalam daur hidup secara ekonomi / ekologi.

2). Daur Hidup Serangga

Beberapa jenis Serangga mempunyai fase pertumbuhan yang berlainan dari makhluk hidup jenis lainnya. Setiap tahap pertumbuhannya memiliki bentuk yang berbeda. Tahap-tahap pertumbuhan itu disebut metamorfosis.

Terhadap beberapa jenis serangga dikenal ada metamorfosis yang mempunyai dua macam / kelompok yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

  •  Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis Sempurna adalah terjadi pada beberapa serangga yang mempunyai empat tahap pertumbuhan di dalam daur hidupnya antara lain digambarkan sebagai berikut :

Dari telur menjadi larva lalu berubah menjadi pupa dan akhirnya tumbuh dewasa. Keempat tahap pertumbuhan tersebut di atas adalah masing – masing mempunyai proses yang berbeda – beda. Contohnya adalah terhadap hewan yang melalui tahapan metamorfosis sempurna yaitu Kupu – Kupu.

  • Metamorfosis Tidak Sempurna

Apakah anak – anak Kecoak mempunyai bentuk tubuh yang mirip dengan Kecoak dewasa ? Bagaimanakah proses perubahan dari telur untuk menjadi Kecoak dewasa ? Apakah warna dari tubuh Kecoak ? Nah jawaban masing – masing pertanyaan tersebut bisa diamati dari daur hidup makhluk hidup Kecoak tersebut di bawah ini.

Pada tahap awal, telur – telur Kecoak mulai menetas menjadi ‘nimfa’. Yang dimaksud dengan nimfa dalam hal ini adalah tahapan dari pertumbuhan tubuh hewan – hewan muda. Nimfa pada Kecoak mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai Kecoak dewasa namun ukurannya lebih kecil dan belum memiliki sayap. Dalam perkembangbiakan selanjutnya nimfa akan melalui tahapan yaitu proses pergantian kulit / ‘ekdisis’ berkali – kali hingga menjadi Kecoak dewasa, dimana setelah menjadi Kecoak dewasa akan kembali bertelur dan telur – telur tersebut mulai menetas satu per satu. Peristiwa ini akan terulang kembali.

Daur Hidup Pada Katak 

Hewan Katak adalah salah satu hewan yang termasuk ke dalam kelompok hewan yang mengalami metamorfosis. Katak mempunyai tahapan – tahapan pertumbuhan yang berbeda – beda dimulai dari Katak muda hingga menjadi Katak dewasa. Terhadap Katak muda, setelah melalui proses menetas dari telur maka Katak – Katak muda mulai hidup di air. Masing – masing dari mereka mempunyai ekor dan tidak memiliki kaki. Untuk Katak muda disebut dengan istilah ‘Berudu’. Nah menjelang dewasa, Berudu – Berudu tersebut mulai tumbuh kaki namun masih tetap memiliki ekor, dimana mereka menetap dan masih hidup di air. Setelah menginjak usia dewasa, kaki pada Katak akan tumbuh dengan sempurna dan ekor mereka pun mulai menyusut hingga tidak mempunyai ekor lagi. Pada tahap Katak dewasa, Katak akan menjadi lebih sering berada di darat dan baru akan kembali lagi ke air hanya untuk bertelur dan menyimpan telur – telur mereka pada sarang di dalam air.

Daur Hidup Pada Nyamuk

Diketahui bahwa Nyamuk betina memiliki kebiasaan untuk bertelur di dalam air, selanjutnya telur – telur tersebut akan menetas menjadi jentik – jentik atau larva tingkat I. Larva tingkat I ini akan tumbuh dan berkembangbiak sangat pesat menjadi larva tingkat II yang disebut dengan istilah ‘pupa’. Selanjutnya dari pupa akan keluar Nyamuk – Nyamuk baru.

Nah mulai dari bertelur hingga menjadi pupa adalah merupakan rangkaian proses yang berlangsung di dalam air. Daur hidup pada Nyamuk termasuk ke dalam kelompok ‘metamorfosis’ sempurna.

Demikian kami membahas tentang proses daur hidup makhluk hidup, semoga bermanfaat bagi para pembaca !

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Hayo.. Mau Ngapaiinn